Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Korea Selatan. Meskipun Muslim merupakan minoritas di negara ini, tidak mengurangi semangat dalam menjalankan ibadah puasa, terutama di Seoul, yang menjadi pusat kegiatan komunitas Muslim.
Salah satu pusat kegiatan keagamaan bagi umat Muslim di Korea Selatan adalah Seoul Central Mosque yang terletak di Itaewon. Masjid ini merupakan masjid pertama yang ada di Korea Selatan.
Dibuka pada tahun 1976, masjid ini menjadi masjid pertama dan terbesar di Korea Selatan. Lokasinya yang strategis di Hannam-dong, Distrik Yongsan, menjadikannya mudah diakses oleh penduduk lokal maupun wisatawan.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan budaya Islam, dengan menyediakan kuliah dalam bahasa Inggris, Arab, dan Korea. Setiap shalat Jumat, masjid ini dapat menampung antara 400 hingga 500 jamaah, dan pada kesempatan tertentu, jumlahnya bisa mencapai 800 orang.
Pada Juni 2023, Zayyan, anggota boy group XODIAC asal Indonesia, terlihat menunaikan salat Jumat di Masjid Pusat Seoul, Itaewon. Zayyan, yang datang sendiri dan mengenakan baju koko putih, bersikap ramah dan terbuka saat diajak berbicara serta berfoto bersama.

Selama bulan Ramadan, Masjid Itaewon menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan. Umat Muslim berkumpul untuk melaksanakan shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbuka puasa bersama.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa, mengingat banyaknya jamaah dari berbagai negara yang datang untuk beribadah. Selain itu, area sekitar masjid, yang dikenal sebagai Little India Seoul, menjadi tempat berkumpulnya komunitas Muslim untuk menikmati hidangan halal dan merasakan nuansa Ramadan di perantauan.
Pada Ramadan 2023, seorang influencer asal Indonesia, Bianca Kartika, yang menetap di Korea Selatan, mengambil inisiatif untuk membagikan takjil gratis kepada masyarakat sekitar dan umat Muslim di Seoul. Bianca menghadirkan food truck yang menyediakan makanan berbuka puasa secara gratis di sekitar Masjid Pusat Seoul.

Menu yang disajikan meliputi nasi kuning lengkap dan nasi ayam bakar, serta minuman segar untuk berbuka. Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari komunitas Muslim dan masyarakat lokal, yang turut merasakan kebahagiaan dan semangat berbagi di bulan suci.
Bianca mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut sangat berkesan baginya, terutama karena dukungan yang diterimanya dari berbagai komunitas Muslim di Korea Selatan. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim, tetapi juga memperkenalkan budaya berbagi dalam Islam kepada masyarakat Korea Selatan.
Melalui berbagai kegiatan dan inisiatif tersebut, bulan Ramadan di Korea Selatan, khususnya di sekitar Masjid Itaewon, menjadi momen yang penuh makna. Meskipun berada di negara dengan mayoritas non-Muslim, semangat kebersamaan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah tetap terjaga, mencerminkan indahnya keberagaman dan toleransi di negeri ginseng tersebut.



